Review Film Pretty Boys : Impian besar anak kampung

Melihat kegilaan Desta dan Vincent di film “Pretty Boys” nggak jauh-jauh beda dengan aslinya. Benar-benar absurd yang luar biasa. Hal itu terlihat saat mereka mengisi acara sebaga host Tonight Show yang mereka dalangi, dan juga didampingi 2 wanita yang juga sama perangainya, yaitu Hesty dan Enzy. Fames.id dari dulu emang seneng banget dengan mereka berempat.

Acara yang mereka bawa menjadi lebih berwarna dengan canda dan tawa khas mereka, serta Quiz yang dihadirkan juga terkadang di luar logika Kita. Kebayangkan, kalau harus nebak sesuatu tokoh hanya di kasih kode gambar aja. Kadang suka gemes sama si Desta saat doi yang memandu acara tersebut 😂.

Nah.., Film Petty Boys, yang diperankan oleh Desta dan Vincent ini, menceritakan kehidupan dua orang bocah yang memiliki cita-cita sejak kecil menjadi orang yang terkenal. Rahmat yang sebatang kara tinggal di Mesjid, karena orang tuanya meninggal dunia. Dan Ia pun harus rela menelan pil pahit kehidupan. Sebalik pedihnya hidup yang di jalani, ia masih beruntung memiliki kakak angkat seperti Anugerah (Vincent Rompies). Ke mana-mana mereka selalu berdua. Membuat cerita dan tebak-tebakkan yang di buat untuk menghibur anak-anak Kampung tempat mereka tinggal.

Berbeda dengan Anugerah, yang memiliki seorang Ayah tentara. Ayahnya (Roy Marten) dengan karakter yang cukup keras sangat menentang Anugerah yang bercita-cita ingin menjadi orang terkenal. Karena Pak Jono (Roy Marten) menganggap bahwa dunia entertaiment itu sangat dekat dengan hal-hal buruk. Dengan segala upaya Anugerah berharap agar sang Ayah bisa merestuinya yang ingin ke Jakarta menjadi Artis. Namun, yang di dapat adalah pertikaian antara Ayah dan Anak. Dengan rasa kesal, Anugerah pun akhirnya pergi melarikan diri bersama Rahmat ke Jakarta untuk mengejar cita-cita mereka sejak kecil. Dan berharap, impian mereka tercapai. Di bagian ini, selain ada adegan yang bikin sedih, terdapat juga adegan yang lucu menyatu menjadi satu. Kebayangkan kalian lagi sedih, mendadak ketawa, karena tingkah dari si Rahmat (Desta).

Di Jakarta mereka tinggal di rumah susun yang lumayan kumuh. Bukan menjadi orang terkenal yang di dapat. Mereka malah menjadi pelayan dan merangkap koki di sebuah Restoran. Walaupun hanya menjadi pelayan yang merangkap menjadi koki, mereka tidak pernah merasa kesepian. Karena dengan hadirnya Asty (Danilla Riyadi) yang menjadi penyejuk bagi keseharian mereka, terutama Anugerah. Asty adalah wanita yang sederhana, dan selalu berbicara apa adanya. Jika suka ia akan bilang suka dan begitu sebaliknya.

Hari-harinya di tempat mereka bekerja, Asty selalu menaruh hati pada Anugerah. Hal yang sama juga di rasakan oleh Anugerah. Tapi, ia kurang sedikit peka dengan sinyal-sinyal yang telah di berikan oleh Asty, yang selalu menaruh harapan kepadanya. Tapi, lagi-lagi Rahmat selalu menjadi penghalang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *