Entertainment, Book review , Review film & Review product,  News & Knowledge

Serunya bincang buku, “The Secret of Room 403” bersama FTBM Kota Tanjungpinang

Tidak hanya sebagai Ibu dari 3 anak, dan seorang istri, Beliau juga bekerja sebagai PNS di Kota Tanjungpinang. Di samping itu, Ia pun memiliki cita-cita, ingin meningkatkan minat baca buku kepada masyarakat Indonesia khususnya Tanjungpinang. Dan, tahun 2019 kemarin telah terbentuk FTBM ( Forum Taman Bacaaan Masyarakat), untuk kawasan Provinsi yang diketuai langsung oleh Beliau. FTBM sendiri memiliki serangkai kegiatan seperti : pelatihan, bedah buku, dan juga bukalapak.

Sejalan dengan adanya TBM yang telah dibentuk. Kemarin, hari Sabtu tanggal 08 Februari 2020 bertempat di Breaktime Coffe Cafe, Jl. Raja Haji Fisabilillah Km.8 Tanjungpinang, telah berlangsung acara bincang buku, milik penulis Riawani Elyta. FTBM Kota Tanjungpinang selaku penyelenggara, yang di ketuai oleh Akbar Prasetiyo sekaligus moderator, mengadakan acara tersebut, merupakan salah satu upaya untuk menggetakkan minat baca masyarakat, khususnya Tanjungpinang dan sekitarnya.

Acara bincang buku yang di adakan kemarin selain di dukung oleh, Forum TBM Kota Tanjungpinang yang di ketuai oleh : Akbar Prasetiyo, juga ada team pendukung lainnya, seperti : Breaktime Coffe Cafe, Rumah Baca Raja Haji di ketuai oleh : Ibu Eva, Penerbit Indiva, serta Perwakilan dari Kantor Bahasa Kepri yaitu Pak Teguh , tertarik dengan salah satu buku koleksi milik Riawani Elyta yang berjudul ” The Secret of Room 403,” yang merupakan pemenang harapan LMNI 2014, dan Finalis IBF 2018.

Dari 27 buku yang telah dirilis, buku ke 20 milik Beliau, menurut Akbar, isi bukunya sangat menarik sekali. Karena mengangkat keindahan latar Kota Tanjungpinang, dan juga Pulau Penyengat. Serta, yang tak kalah menariknya lagi dari buku tersebut, mengangkat kisah nyata, tentang ambisi politik dan lika-liku kehidupan sang pemeran, yang terjadi sekitar tahun 1984 dan 2013. Segala tragedi tentang kehidupan jaman Orba yang tabu untuk di ekspose pada zaman dahulu, menjadi point utama dalam cerita tersebut.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *