Dengan Cagar Budaya yang ada, secara tidak langsung menuntut kita untuk bisa melestarikan cagar budaya tersebut. Bahkan sangat disayangkan, jika terdapat cagar budaya yang musnah dan momentnya tidak sempat dibagikan kepada para generasi penerus bangsa. Mereka tidak akan tahu perkembangan apa saja yang sudah ada sebelum mereka hadir. Dan bagaimana wujudnya, serta nilai sejarahnya.

Apalagi di zaman serba canggih seperti sekarang. Dengan segala media yang ada, benar-benar sangat memudahkan kita untuk mengakses ke tempat-tempat cagar budaya yang bisa di kunjungi. Namun, kenyataannya, kebanyakan dari kita mungkin lebih tertarik untuk pergi ke Mall, bahkan berlibur ke tempat-tempat yang menarik perhatian banyak orang. Sedangkan, untuk berkunjung ke tempat bersejarah, bisa dibilang sangat minim. Itu pun, jika adanya pertukaran pelajar, atau undangan yang di berikan ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, untuk bisa hadir meramaikan acara pameran yang sedang berlangsung, misalkan seperti : Pameran Museum.

Lantas bagaimana sebaiknya kita perlakukan “Cagar Budaya Indonesia,” haruskah kita “rawat atau musnah?” Jawabannya adalah dengan cara rawat. Dengan kita merawatnya, maka secara tidak langsung kita sudah memperpanjang nilai sejarah cagar budaya tersebut.

Dan kali ini sasaran yang paling tepat untuk melestarikan cagar budaya adalah kalangan milineal. Sebab, mereka memiliki energi yang masih tangguh, dan pemikiran yang maju sesuai perkembangan zaman. Sangat memungkinkan sekali mengarahkan mereka untuk bisa membuat cagar budaya yang ada di Indonesia menjadi lebih baik dari masa ke masa tanpa menghilangkan wujud aslinya. Untuk itulah peran Milineal sangat dibutuhkan. Di samping itu, mereka juga harus mematuhi peraturan Undang-Undang cagar budaya yang sudah ada.

Selain itu, ada 3 hal yang wajib diketahui kalangan Milineal tentang “Cagar Budaya,” yaitu :

1. Menjaga dan melestarikan Cagar Budaya

Milineal harus benar-benar menjaga dan melestarikan warisan yang telah di beri. Baik itu berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur cagar Budaya, Situs, serta Struktur dari Cagar Budaya tersebut. Tanpa sedikit pun merusak atau menghilagkan benda Cagar Budaya yang ada beserta nilai sejarahnya.

2. Merawat Cagar Budaya

Merawat berarti dengan cara membersihkan area Cagar, memperbaiki Cagar jika ada kerusakan, dan sebagainya. Dengan merawat, secara tidak langsung kita sudah melindungi cagar budaya dari kepunahan, serta menghambat proses ancaman kerusakan cagar budaya tersebut. Apalagi jika perawatan selalu di adakan.

3. Memperkenalkan Cagar Budaya

Setelah kita menjaga atau melestarikan, dan merawat, tentunya memperkenalkan cagar budaya adalah point penting yang wajib diketahui oleh kalangan Milineal. Bisa saja perkenalan Cagar Budaya di mulai dari Sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi, atau dengan membentuk suatu komunitas yang berkaitan erat dengan Cagar Budaya. Tentunya, dalam melakukan peran ini, mereka sangat membutuhkan bimbingan dan arahan langsung dari sumbernya, agar tidak melenceng nantinya. Selain itu, mengenalkan Cagar Budaya bisa melalui pendidikan sejarah, budaya, juga dengan pariwisata dan lain sebagainya. Sedangkan untuk komunitas milineal ini sendiri, diharapkan bisa bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

Beberapa bulan yang lalu fames.id hadir memenuhi undangan Blogger, yang berkaitan dengan Cagar Budaya. Sasarannya adalah kalangan milineal. Acara yang di adakan adalah seminar “Pembentukan Kelompok Sadar Lestari Cagar Budaya.”

Di seminar tersebut, membahas segala tentang perkembangan sejarah Cagar Budaya yang ada, hingga yang hampir punah, khususnya di kota Tanjungpinang – Kepulauan Riau. Kita semua juga dibimbing langsung dari Dinas pariwisata kota Tanjungpinang saat itu.

Kelompok yang terbentuk pun akhirnya diberi nama “Tanjungpinang Heritage Community” atau yang disingkat dengan “HTC.” Dan memiliki visi dan misi yang sama yaitu : Melestarikan, merawat, serta memperkenalkan Cagar Budaya.

Kita sebagai generasi milineal harus siap untuk meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran yang dimiliki agar bisa menjaga jejak sejarah sebagai warisan generasi selanjutnya.

Karena dengan adanya kerjasama yang baik, maka nilai-nilai sejarah yang ada tidak akan punah nantinya. Dan, bagi kita yang sering berkunjung ke Cagar Budaya, tentunya akan mendapatkan manfaat yang besar sekali.

Adapun manfaat berkunjung ke “Cagar Budaya ” sebagai berikut :

Begitu banyak manfaat, ilmu pengetahuan dan juga sejarah Cagar Budaya yang kita miliki di negara Indonesia tercinta ini. Segala benda-benda Cagar Budaya yang sudah ada dari dulu hingga kini, baik yang sudah terdaftar maupun belum terdaftar tentunya sudah tidak terhitung jumlahnya. Cagar Budaya sebagai sumber daya budaya memiliki sifat yang sangat rapuh, unik, langka, terbatas, dan juga tidak dapat terbarui.

Sangat diharapkan sekali kepada seluruh warga negara Indonesia dan juga Generasi Milineal untuk bisa mengupayakan pelestariannya yang mencakup tujuan untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Hal itu berarti bahwa upaya pelestarian perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan akademis, ideologis, dan ekonomis. Karena pengembalian benda Cagar Budaya adalah amanah nasional yang perlu dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia.

“Jadilah Generasi Milineal yang peduli dengan nilai-nilai sejarah yang ada di Cagar Budaya.”

Ternyata berkunjung, dan mencari tahu cara merawat Cagar Budaya itu benar-benar seru. Bagi Generasi Milineal, ” Yuk ikut kompetisi lomba ” Blog Cagar Budaya Indonesia : Rawat atau musnah!” yang diselenggarakan oleh : Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis, serta didukung : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber :
https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/
https://www.kemdikbud.go.id/
https://www.jogloabang.com/pustaka/uu-11-2010-cagar-budaya

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *