Istri, ketika hatinya tersakiti beratusan sayatan tetap menyimpan dalam – dalam perasaan itu dan hanya bisa menangis sejadi – jadinya sendiri. Dan akan menyimpan sendiri rasa sakit dan rasa sedih itu agar anak – anak tidak merasa ada yang aneh sama Ibu mereka, dan berusaha membuat isi rumah tetap ceria. Istri itu, jikala ia cerewet adalah bentuk pedulinya terhadap keluarganya. Cerewetnya mungkin sepele dan jengah untuk didengar  sehari – hari oleh suami. Karena cerewetnyalah anak akan berhasil, karena cerewetnyalah usaha kalian berhasil, cerewetnya bukan dendam, cerewetnnya bukan benci. Semua yang ia lakukan hanya untuk kebaikan keluarganya. Cerewetnya, jenuhnya dan cerita – cerita gak pentingnya menurut suami setiap harinya adalah hal – hal yang akan kalian kangenin jika ia sudah tidak disamping kalian, keunikan atau kekurangan istri kalian adalah anugerah yang indah yang harus kalian tutupi, walaupun menurut kalian wanita – wanita diluar sana lebih sempurna, lebih segar dan indah namun kenyataannya semua itu akan sirna setelah kalian menjalani rutinitas yang sama jika kalian memiliki madu dan sebagainya. Istri kalian tidak akan mengeluarkan kata – kata kasar jika tidak ada yang memulai atau menyulut emosinya terlebih dahulu. Jadi hendaknya para suami jika ingin bercanda harus melihat kondisi istri apakah ia sedang repot atau sedang sedih. Ini untuk menghindari kata – kata kasar yang tidak di inginkan dalam rumah tangga. Wanita emosinya paling cepat tersulut, untuk itu diharapkan berhati – hati agar tidak memicu pertikaian.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *